Pre Order Majalah Art Effect #9

Tulisan ini pertama kali terbit di lpmpressisi.com

Pre Order Majalah Art Effect #9


PRE ORDER MAJALAH ART EFFECT #9 DIBUKA!

Salam budaya! Salam literasi!
Segera Terbit, Majalah Art Effect #9 dengan tema “LITERASI SENI”.

Segera dapatkan edisi baru ini dengan cara memesannya dan membeli dengan harga cuma Rp 25.000,- saja. Mau? –
Silakan kirim pesan melalui WA / SMS dengan format pemesanan: Nama (spasi) Jurusan dan Kampus / Insitusi (spasi) Jumlah eksemplar. Lalu kirimkan ke nomor 0896-8226-1210 (Sdri. Reva). Atau juga bisa pesan langsung melalui anggota LPM Pressisi di jurusan kalian (jika ada). –
NB: Adapun pembayaran bisa melalui transfer bank ataupun COD (Cash on Demand) hanya untuk area wilayah ISI Yogyakarta atau lokasi yang dikehendaki jika pesan melalui anggota LPM Pressisi sendiri.

Perkembangan kehidupan umat manusia dalam semua bidang tidak terlepas dari literasi, termasuk dalam dunia kesenian dan kebudayaan. Sehingga ilmu dalam semua bidang dapat dikembangkan generasi selanjutnya untuk menciptakaan suatu inovasi baru. Kita tidak dapat membayangkan, bagaimana kehidupan ini berkembang tanpa literasi, yang menghasilkan literatur tekstual maupun nontekstual seperti lukisan, foto, suara, relief, dan lain-lain.

Dalam kesempatan kali ini, Majalah Art Effect #9 mengangkat tema tentang Literasi Seni. Tim Redaksi sengaja menghadirkan bahasan ini, perihal bagaimana peran penting literasi dalam dunia kesenian dan kebudayaan kita. Laporan utama dalam rubrik Paparan dengan judul “Kurangnya Literasi Seni di Indonesia”, menggambarkan bagaimana bangsa kita kekurangan agen-agen literasi dalam dunia seni dan bagaimana peran penting literasi itu sendiri. Tidak hanya itu, pada rubrik Buah Pikir dengan judul “Seni Tanpa Refrensi”, staf pengajar Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Mikke Susanto juga menggambarkan bagaimana peran penting sebuah refrensi yang mempengaruhi kekaryaan dan kualitas seniman. Dan mencoba membaca sejarah di rubrik Momoria lewat “Literasi dan Kurasi” lewat tokoh-tokoh kurator di Indonesia.
​Pembaca juga akan diajak mereview karya seni; film “Sang Kolektor Muda” karya Muhmmad Hendri. Menyambangi Kelas Belajar Kritik Seni dari program Telusur yang diadakan Indonesian Visual Art Archive (IVAA), menyibak tradisi “Thanksgiving Bagi Masyarakat Minahasa”, melihat ulang Proyeksi Perupa dan Penulis Dalam Industri Kreatif Indonesia pada pameran “Rupa Pustaka : Dialog Dua Anak Haram”, menelisik portrait biografi dari Kamila Andini, dan mengunjungi Warning Magz yang menekuni dunia Musik dan Literasi.

Salam Budaya !
Salam Literasi !

Tinggalkan komentar