Pentas Virtual “Ngalaras Rasa” Mahasiswa Etnomusikologi Angkatan 2019

Tulisan ini pertama kali terbit di lpmpressisi.com

Konser virtual yang berjudul “Ngalaras Rasa” sukses digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Institut Seni Indonesia Yogyakarta  pada tanggal 11 Agustus 2021 di akun youtube resmi HMJ Etnomusikologi ISI  Yogya serta konser ini diselenggarakan oleh jurusan etnomusikologi angkatan 2019. Judul yang mereka ambil yaitu “Ngalaras Rasa”, nama ini mereka cetuskan berdasarkan diskusi antar mahasiswa etnomusikologi dan dosen. “Ngalaras Rasa” ini diambil dari istilah Bahasa jawa yang berbeda yaitu “Ngalaras” yang bermakna mencari nada, mengulik atau mengeksplor, sedangkan “Rasa” sendiri bermakna pikiran yang ada dalam diri masing-masing, sehingga dalam garis besar “Ngalaras Rasa” bisa diartikan menyatukan semua rasa yang dimiliki oleh masing-masing pemikiran dalam proses baik itu penyatuan pemikiran dan rasa dalam berproses dan berkarya.

Dalam pembuatan konser virtual ini melibatkan banyak pihak dari awal hingga akhir yang tidak hanya berasal dari jurusan etnomusikologi, tetapi dari jurusan lain di dalam kampus ISI Yogyakarta seperti jurusan Tari dan Pendidikan Seni Pertunjukan pun juga terlibat membantu dalam pembuatan konser virtual ini. ” yang paling utama berkontribusi adalah Bapak Ketua Jurusan Etnomusikologi, yakni Bapak I Nyoman Cau Arsana dan Bapak Pembimbing Kemahasiswaan  yaitu Bapak Warsana, dimana tanpa mereka acara ini mungkin tidak akan berjalan dengan baik. Tak luput teman-teman etnomusikologi dari angkatan 2015-2019 baik yang ada di Yogyakarta maupun di luar Yogyakarta yang sudah mendukung dan sama-sama berproses dalam kegiatan ini” ujar Intan yaitu salah satu panitia dari konser virtual “Ngalaras Rasa”. Pembuatan konser virtual ini dirancang selama berbulan-bulan dari bulan Maret hingga awal bulan Agustus.

Sumber: Youtube/HMJ Etnomusikologi ISI Yogya
Salah satu cuplikan Pentas Virtual “Ngalaras Rasa” yang ditayangkan di Channel Youtube HMJ Etnomusikologi ISI Yogya (11/08/2021).

 

Konser virtual ini menyajikan tiga pementasan yang dilakukan oleh tiga kelompok pentas yang berbeda yang terdiri dari 6-7 orang pada setiap kelompoknya. Dari ketiga kelompok tersebut melahirkan karya dengan berbeda-beda nama yaitu Serotone “Selaras”, Niaga “Muni”, dan AnSos “Ab-Normal” yang kemudian memunculkan Tema besar yaitu “Kacamata Pandemi”. Walaupun konser dilaksanakan secara virtual, hal ini tidak menyurutkan semangat baik dari panitia maupun pemain untuk menampilkan karya terbaik mereka dengan begitu apik. Respon positif pun bermunculan pada saat pentas disiarkan langsung di platform Youtube, terbukti dari postingan komen penonton yang bertebaran dengan komentar yang baik yang baik. Contohnya dari akun yang bernama Muhammad Subakti yang merespon dengan komen “Besttt! Nicee Guys”, ada dari akun bernama Disfi Afriandayani dengan respon “Kerenn”, kemudian komentar dari akun bernama Total Perkusi, “Selamat dan sukses pentas virtualnya teman-teman mahasiswa Etnomusikologi ISI Yogyakarta angkatan 2019”. Diselenggarakannya konser virtual ini tidak lain untuk menumbuhkan aura positif kepada penonton untuk  tetap bersemangat dalam situasi sulit dikarenakan pandemi yang melanda hingga menimbulkan permasalahan dalam segala bidang mulai dari kesehatan, ekonomi dan sosial. Konser virtual berjudul “Ngalaras Rasa” ini memberitahukan kepada kita untuk tetap berdamai dengan keadaan, berdamai dengan sesama dan berdamai dengan alam sebab selalu ada hikmah dari sebuah bencana.

 

Oleh: Syahrul Zidane Assidiq/ Fotografi 2019/Pressisi angkatan 9